Home Paket Umroh Hubungi Kami Tentang Kami

Wajib Tahu! Ini Perilaku yang Dilarang Saat Ibadah Haji

Selasa, 11 Juni 2019 19:31 WIB


Travelumroh – Sebagai bagian dari ibadah, perjalanan haji tentunya memiliki nilai sakral tersendiri bagi umat Muslim.

Lantas, saat menjalankan ibadah tersebut ada sejumlah perilaku yang tidak boleh dilakukan oleh para jemaah di tanah suci.

Hal ini merujuk pada surah al-Baqarah ayat 197 yang menyebutkan (Musim) haji adalah beberapa bulan yang dimaklumi.

“Barang siapa yang menetapkan niatnya dalam bulan itu akan mengerjakan haji maka tidak boleh rafats (kata-kata kotor), berbuat fasik (zalim kepada yang lain), dan berbantah-bantahan di dalam masa mengerjakan haji. Dan apa yang kamu kerjakan berupa kebaikan, niscaya Allah mengetahuinya. Berbekallah dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa dan bertakwalah kepada-Ku hai orang-orang yang berakal,” demikian bunyi ayat itu.

Berdasarkan ayat ini, ada tiga perilaku yang tidak boleh dilakukan oleh jemaah saat beribadah haji.

Pertama, dilarang mengeluarkan kata-kata dan ucapan yang kotor serta kasar yang tidak pantas dan tidak layak diucapkan di Tanah Haram. Terlebih lagi pada saat berpakaian ihram, dilarang mengeluarkan kata-kata yang berbau porno, menyakitkan, atau berisikan cacian dan hinaan.

Ucapan yang dikeluarkan harus mencerminkan kepatuhan dan ketundukan hati kepada Allah SWT, seperti tasbih, tahmid, takbir, tahlil, doa, membaca salawat kepada Nabi SAW, dan memperbanyak membaca Alquran.

Kedua, dilarang berbuat fasik dan zalim serta menganiaya sesama jemaah atau makhluk Allah SWT lainnya yang hidup di Tanah Haram, termasuk dilarang merusak dan mencabuti tanaman yang tumbuh, serta berburu atau membunuh binatang. Selain itu, dilarang berdusta, berbohong, dan menipu orang lain.

Ketiga, dilarang berdebat yang menyebabkan timbulnya permusuhan dan pudarnya semangat persaudaraan atau ukhuwah Islamiyah, terutama antar sesama jemaah, baik yang berasal dari satu daerah atau satu negara maupun dari daerah dan negara lain.

Semua jemaah haji harus larut dalam suasana keakraban, kekeluargaan, saling menolong dan saling membantu yang mencerminkan satu tubuh (kal jasadil waahid) atau satu bangunan yang solid (kalbunyaan yasyuddu ba’duhu ba’dhan). (brvs)

Artikel Terkait
Ini Jumlah Jemaah Tiap Provinsi yang Berhak Lakukan Pelunasan BPIH Tahap 4
"Pelunasan BPIH tahap keempat nantinya untuk 1.285 jamaah. Terdiri dari sisa kuota sebanyak 575 jemaah, dan jemaah haji cadangan sebanyak 710 orang."

14 Juni 2019
Kemenkes Siapkan Tim Gerak Cepat untuk Haji 2019
“Kalau kita temukan jemaah yang mulai sakit, kita tarik, agar langsung diberikan tindakan medis.”

14 Juni 2019
© 2019 TRAVELUMROH.ID. All rights reserved.