Home Paket Umroh Hubungi Kami Tentang Kami

Untuk Calon Jemaah, Ini 10 Inovasi Layanan Kemenag di Musim Haji 2020

Kamis, 09 Januari 2020 16:39 WIB


Travelumroh.id – Kementerian Agama (Kemenag) terus melakukan penyempurnaan layanan bagi Jemaah haji setiap tahun.

Pada musim 1441H/2020M ini, Kemenag sudah melakukan 10 inovasi perbaikan layanan untuk mempermudah Jemaah berangkat ke tanah suci.

Berikut sejumlah inovasi tersebut menurut Direktur Pelayanan Haji Dalam Negeri, Muhajirin Yanis seperti dilansir Okezone.com, Kamis, 9 Januari 2020.

Kelompok Terbang (kloter) Berbasis Wilayah

Menurut Muhajirin, dengan kloter berbasis wilayah, pembentukan kloter 2020 bisa dilakukan lebih awal sehingga dapat mengefektifkan bimbingan manasik haji di kecamatan.

Layanan Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat)

Pelayanan Terpadu dan Sistem Pelaporan akan diterapkan pada penyelenggaraan haji 2020. Kemenag akan mengefektifkan sistem pelayanan terpadu di tingkat daerah kerja (daker), terutama di Makkah dan Madinah.

Selain itu, akan dilakukan penyempurnaan sistem pelaporan berbasis aplikasi mobile untuk laporan kloter. Pelayanan petugas juga akan terintegrasi dengan Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat).

Layanan Konsumsi

Layanan konsumsi makanan diberikan secara penuh selama di Mekah. Kemenag juga akan tetap memberikan layanan konsumsi pada masa peak season (tiga hari sebelum dan dua hari setelah puncak haji).

"Akan disediakan makanan siap saji," ujar Muhajirin, Kamis, 9 Januari 2020.

Manasik Haji Sepanjang Tahun

Manasik ini dilakukan sepanjang tahun dalam rangka menambah pengetahuan Jemaah tentang haji.

"Akan dilakukan juga manasik jemaah lansia, uzur, dan sakit," tambahnya.

Pengurusan Visa Dilakukan di Kemenag Provinsi

Mulai tahun ini verifikasi dan visa request tidak terpusat lagi di Jakarta, tapi bisa dilakukan di Kanwil Kemenag.

"Jadi, paspor tidak perlu dikirim ke Kemenag pusat," ujarnya.

Penomoran Maktab

Tenda maktab jemaah Indonesia di Arafah dan Mina akan diberi nomor.

"Basisnya adalah sistem zonasi pemondokan di Makkah," kata Muhajirin Yanis.

Regulasi

Kemenag akan melakukan percepatan penyusunan regulasi teknis seiring terbitnya Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah.

Pembayaran Non-teller dan Non-tunai

Sistem ini akan digunakan saat pelunasan biaya haji dan penyediaan living cost (uang saku).

"Nantinya, jemaah akan diberi kartu debit sekaligus menjadi kartu identitas jemaah dan sarana transaksi," tambahnya.

Perbaikan Badal Haji dan Safari Wukuf

Caranya, akan disusun prosedur dan regulasi bersama antara Kemenag dan Kemenkes.

Respon di Armuzna

Banyak masalah biasanya terjadi pada puncak haji di Arafah, Muzdalifah dan Mina (Armuzna). Lantas respon cepat sangat penting sebagai bagian dari prosedur pusat krisis dengan melibatkan muassasah, termasuk di dalamnya SOP manajemen mitigasi saat ada bencana.

Artikel Terkait
Persiapan Jemaah di Jambi Tetap Berjalan di Tengah Ketidakpastian Ibadah Haji 2020
"Semuanya kita persiapkan mulai dari manasik hingga persiapan lainnya seperti cek kesehatan dan pembuatan paspor yang masih berlangsung."

29 Mei 2020
Jokowi Bakal Putuskan Haji 1441 H pada Juni 2020
“Awal Juni, Jokowi akan diputuskan berangkat haji atau tidak. Namun harapan kita ibadah haji tetap berjalan dan normal.”

29 Mei 2020
© 2020 TRAVELUMROH.ID. All rights reserved.