Home Paket Umroh Hubungi Kami Tentang Kami

Audiensi, Kemenag Ditanyai Soal Beberapa Masalah Umroh

Rabu, 15 Januari 2020 18:31 WIB


Travelumroh.id – Kementerian Agama (Kemenag) yang diwakili oleh Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umroh (PHU) menggelar audiensi dengan Sarikat Penyelenggara Umrah dan Haji Indonesia (Sapuhi) dii Jakarta, Selasa 14 Januari 2020.

Dalam acara tersebut, salah satu pengurus Sapuhi, Riza Pahlevi menyampaikan sejumlah masalah, salah satunya terkait pembatasan pendaftaran vaksin secara online oleh Kemenkes.

“Kami tidak mau ada kegagalan keberangkatan lalu Kemenag menjadi sorotan karena tidak melakukan pembinaan ataupun penyelenggaraan dengan baik. Ini yang kami khawatirkan,” kata Riza seperti dilansir dari laman Kemenag.

Sapuhi juga menyampaikan adanya biaya asuransi ganda yang harus dibayar jemaah. Mulai 1 Januari 2020, kata dia, Arab Saudi memberlakukan asuransi senilai 189SAR sementara jemaah juga sudah mendapatkan asuransi dari Asuransi Syariah Perjalanan Umrah (ASPU) senilai Rp50.000.

“Masih adanya double asuransi, ini yang memberatkan mereka (jemaah umrah dan haji khusus), karena per 1 Januari kemarin sudah ditetapkan pemerintah Arab Saudi,” ujarnya.

Terkait hal itu, Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus M. Arfi Hatim yang turut menghadiri audensi itu, mengatakan akan berkoordinasi dengan pihak Kemenkes, tepatnya dengan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) dan Pusat Kesehatan Haji.

“Ini nanti kita koordinasikan dengan Kementerian Kesehatan dalam hal ini Puskeshaji termasuk juga KKP. Karena kami juga sudah pernah komunikasi. Informasinya begitu mereka membatasi pendaftaran secara online. Jadi kalau sudah lewat satu hari kemudian dijatahkan hanya 20 vaksin/hari, ya sudah tutup untuk besok lagi,” terang Arfi.

Arfi menambahkan, Ditjen PHU akan akan berkoordinasi dengan Ditjen Pajak terkait pengahapusan pajak 1% untuk para penyelenggara perjalanan yang terkait dengan ibadah dan keagamaan. Pihaknya juga sudah menjalin komunikasi dengan Ditjen Pajak.

“Intinya mereka setuju dengan penghapusan (pajak) ini, tapi kita tinggal tunggu regulasinya saja,” kata Arfi. (brvs)

Artikel Terkait
Asrama Haji Diimbau untuk Terapkan Strategi Pemasaran Berbasis Online
"Di era 4.0, Asrama haji sudah harus menerapkan strategi pemasaran online."

22 Januari 2020
Menag: Petugas Haji Harus Bertanggung Jawab dan Amanah
“Utamakan petugas yang memiliki sifat amanah, tanggung jawab, serta memiliki rasa kebersamaan.”

22 Januari 2020
© 2020 TRAVELUMROH.ID. All rights reserved.