Home Paket Umroh Hubungi Kami Tentang Kami

PT AA, Agen Travel Haji dan Umroh yang Dilaporkan Jemaah Atas Dugaan Penipuan

Senin, 10 Februari 2020 16:17 WIB


Travelumroh.id – Kasus penipuan terhadap Jemaah haji dan umroh kembali merebak ke publik. Kali ini, dugaan penipuan dilakukan oleh PT AA, sebuah agen travel haji dan umroh yang berkantor di Cipinang Jakarta Timur dan memiliki cabang di Bekasi Utara.

Laporan yang ditujukan kepada Polres Metro Bekasi itu dilakukan oleh sejumlah Jemaah yang mengaku menjadi korban. Mereka terdiri dari jemaah haji plus dan jemaah umroh yang berasal dari berbagi daerah.

Suroto, salah satu Jemaah asal Bekasi mengatakan, dalam laporan tersebut disebutkan pemilik PT AA yakni pasangan suami istri Hakim Abdullah dan Mariska hingga saat ini belum memberangkatkan mereka ke tanah suci.

"Ada yang sudah dua tahun (belum berangkat), tiga tahun, semua sama dijanjikan terus. Tapi sampai sekarang gak juga diberangkatkan. Ini kan udah menipu namanya," kata Suroto seperti dilansir Liputan6.com, Senin 10 Februari 2020.

Ia melanjutkan, ada sekitar 400 jamaah yang terdaftar pada PT AA. Kebanyakan dari jemaah tergiur dengan harga murah yang diberikan pihak biro.

Untuk keberangkatan jemaah haji kelas Ongkos Naik Haji (ONH) Plus misalnya, dikenakan harga Rp 60 juta, sedangkan biaya umroh hanya dikenakan harga Rp 15-16 juta.

Korban lainnya, Haris Gunawan - seorang jamaah lainnya asal Surabaya mengatakan, selain karena biaya murah, PT AA juga pernah mengklaim bahwa biro tersebut telah mengantongi kuota khusus karena mendapat bantuan dari otoritas Arab Saudi.

 

"Kita juga sampai sudah ikut latihan manasik sama umroh, jadi ya tambah yakin kalau sudah bener mau berangkat. Tapi pas udah tanggalnya, ada aja alasannya ngebatalin," kata Haris.

‘Kami Mengharapkan Uang Dikembalikan’

Suroto mengatakan, total kerugian keseluruhan Jemaah diperkirakan mencapai puluhan miliar rupiah.

"Waktu itu kita bayar itu via transfer langsung ke rekening pribadi si pemilik biro, bukan ke rekening perusahaan. Mayoritas jemaah juga bayarnya lunas," ujar Suroto.

Sementara itu, kuasa hukum korban, Hidayatullah mengatakan bahwa di tengah persoalan ini, Hakim Abdullah dikabarkan meninggal dunia beberapa waktu lalu.

Meski begitu, kata dia, para korban tetap berharap polisi menindaklanjuti kasus ini karena kemungkinan besar aliran uang jemaah dinikmati sang istri.

"Iya minta secepatnya diusut karena kan masih ada istri si pemilik yang kemungkinan besar tahu soal dana yang sudah disetor para korban," ujar.

Menurutnya, para korban hanya ingin agar uang yang telah disetorkan ke biro tersebut bisa kembali.

"Ya maunya uang kembali, karena kan untuk umrah atau haji itu kemungkinannya sudah tipis ya," tutupnya. (brvs)

Artikel Terkait
Kemenag Batam: Jemaah Haji Sudah Mulai Proses Pembuatan Paspor
Kemenag Batam mulai melayani pembuatan paspor bagi Jemaah Calon Haji (JCH) yang akan berangkat tahun ini.

24 Februari 2020
Omnibus Law Bakal Rugikan Jemaah Umrah?
Ditentang oleh banyak pihak,salah satu sektor yang terdampak Omnibus Law adalah jemaah haji dan umroh.

24 Februari 2020
© 2020 TRAVELUMROH.ID. All rights reserved.